Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2018

Review: Sunnah Sedirham Surga

Gambar
sumber: goodread.com Pertama kali melihat buku ini, saya menerka-nerka akan seperti apa isinya. Oh, barangkali isinya deretan sunnah yang bisa membawa kita ke surga. Disertai motivasi agar mau mengamalkan sunnah-sunnah tersebut. Kemudian seorang teman berkata, “tidak, bukan begitu gaya Salim A. Fillah. Pasti di dalamnya lebih banyak kisah.” Benar memang ini buku karya Salim A. Fillah yang pertama kali saya baca sehingga tidak tau betul gaya menulis beliau. Entah karena covernya yang menarik atau judulnya yang menggiurkan, akhirnya saya membeli buku ini. Tentu dengan ekspektasi yang saya katakana tadi. Sebagai pembaca awam –untuk buku Salim A. Fillah, saya sempat sedikit bingung dan harus mambacanya pelan-pelan supaya paham. Anehnya, ketika saya mulai terbiasa dengan gaya menulis beliau, buku ini terasa enak sekali ‘dilahap’. Seperti kata teman saya, lebih banyak kisah yang disampaikan sedang pembaca akan dipersilakan memahami maksud dan pelajarin dari kisah tersebut. Ber...

My Seven Oceans

Gambar
“Gak takut loncat, tapi takut tenggelem.” “Bisa berenang kan?” “Engga.” Pernah dulu pas masih sekolah belajar berenang. Sok tau aja berenang di kolam 2 meter. Karena belum pandai berenang, panik, dan akunya pendek, akhirnya merasakan yang namanya tenggelam. Setelah itu, jadi takut dengan air luas dan dalam. Masih suka berenang atau main air sih, asal dasarnya bisa diraba kaki aja. Danau dan laut pun menjadi ketakutanku sejak lama. Makanya, kurang suka main ke pantai dengan alasan takut laut. Lucunya ke lapang pertama kali malah ke pulau. Naik kapal, nyusurin pantai, dan nyebur untuk kelilingin pulau. Makin parah saat harus loncat dari jembatan, gak terlalu dalem airnya tapi tetap khawatir. Makin lucu, semua kejadian singkat dua hari satu malam itu membuat aku jatuh cinta dengan laut. Suka naik kapal nelayan sambil menyentuh air, suka pulau beserta pantainya, suka bau pasir. Setelahnya, cinta itu pun semakin bertambah. Beberapa berkesempatan bertemu pantai, membuatku ...

Agensi Kreatif dari Korea Selatan

Gambar
Ternyata Korea punya agensi khusus dalam industri kreatif. Namanya KOCCA. KOCCA? Iya, ini singkatan dari Korean Creative Content Agency. Semacam instansi dari pemerintah Korea yang bertugas membantu penyebaran konten kreatif, baik nasional/internasional. Konten kreatifnya tuh kaya game, animasi, character licensing, musik, fashion, dan broadcasting. KOCCA aktif membantu industri ini melalui dukungan produksi, marketing, promosi, ekspansi global, human capital development, dan cultural technology implementation. Gue pribadi merasa mereka keren sih. Maksudnya, bener-bener ngebantu menyebarkan konten kreatif punya negaranya. Bahkan ada agensinya sendiri kan? KOCCA ini juga tersebar di mana-mana, gak Indonesia doang. Yah, istilahnya niat sekali lah. Hehhe Sebelumnya gue pernah cerita keseruan main ke kantor KOCCA. Asik sih bisa tau banyak hal tentang KOCCA di kantornya langsung. Jadi berpikir betapa seriusnya Korea dalan urusan industri kreatif. Kalo mau kepo-kepo cek IG/FB m...

10 Bintang di Atas Pusat Bumi

Gambar
Tulisan ini adalah upaya membayar hutang atas janji ku menuliskan kisah tentangmu. Jika kamu belum ada di bagian ini, nantikan bagian selanjutnya, ya. Kali ini aku akan ceritakan kamu yang bagai bintang letaknya di atas pusat bumi. Oh iya, pusat bumi dalam pemahamanku adalah kabah. Karena ke arah sana aku bersujud dalam lima waktu sehari. Di sini, kamu bisa bebas milih mau baca bagian yang mana. Kemudian sambil baca sekalian dengar Puisi – Jikustik. Kalau mau unduh bisa di sini . Nanti akan aku sampaikan kenapa milih lagu ini. Oke mari kita mulai cerita ini. 1. Perempuan dengan tahi lalat manis Namanya Mega, dia anak Kominfo pertama yang aku wawancara dulu. Ingat kan kita bertemu di ruang kecil itu dulu? Kaget karena dulu ternyata kita hampir berada pada satu organisasi. Yah, kalau jodoh gak ke mana kan, Meg? Allah memang menakdirkan kita bertemu. Bertemu di waktu paling tepat sebagai peneman manis tingkat akhir aku. Sebenarnya aku suka merasa bersalah sama Mega. Bel...

Review: Ayat-Ayat Cinta 2

"Suka, meski tokoh Fahri katanya terlalu sempurna, tapi tetep suka." "Bener kata si itu, 'gak mungkin ada orang kek Fahri?' Coba banyak baca lagi, ada kok." Hari Senin lalu, berkesempatan nonton Ayat-Ayat Cinta 2. Awalnya gak berniat buat nulis reviewnya, eh ternyata ada perasaan menggebu yang membuat sangat ingin menyampaikan kata tentang film ini. Sebenarnya ini bukan review sih. Cuma kumpulan pendapat orang-orang aja dan dikomentari sesuai pendapat pribadi. 1. "Fahri terlalu sempurna!" Nah karena itu saatnya kita baca lagi. Ada kok orang yang lebiiiih sempurna dari dia, yaitu Rasulullah. Btw, Fahri gak sesempurna itu. Ada kurangnya. Nanti kamu akan lihat saat sebelum Fahri menerima Hulya. 2. "Bagus AAC 1 ah." Kayanya kalau ngebandingin yang pertama dan kedua, pertama biasanya lebih baik. Tapi secara pribadi, lebih suka kedua. Abis Tajtana cantik hahhaha. Gak deng, pokoknya suka karena ngajinya gak di dubbing. Alhamdulillah s...