Hujan Jangan Datang Nanti Aku Jatuh

Kamu suka hujan gak? Suka mandi hujan? Atau suka aja tapi gak suka mandi hujan?

Aku suka hujan tapi tidak suka sendirian saat hujan. Tidak suka juga kalau menerobos hujan sambil lari-larian.

Aku suka hujan kalau sambil jalan santai, menikmati setiap tetes yang jatuh beramai-ramai. Kan, tetesan berkah katanya.

Tapi karena semalam, aku tidak suka lagi pada hujan. Kenapa? Begini ceritanya...

Sabtu pagi itu, akhirnya Bogor hujan. Padahal setelah gerhana itu, panas terus menerus. Rencananya siang akan ke daerah Empang untuk datang suatu acara.

Sudah rapi dan siap berangkat sebelum zuhur. Naik Grab Car, malah macet parah. Terpaksa turun dan jalan 2 km. Macetnya ya karena acara yang mau dihadiri itu.

Sampai sana, acara sudah bubar. Ya sudah, yang penting sudah usaha.

Sia-sia? Tentu tidak ada yang sia-sia. Malah jadi takjub melihat animo masyarakat yang ingin menghindari acara itu.

Menjelang sore, aku pulang ke Jakarta. Di rumah, orang-orang sudah siap pergi ke acara sejenis yang tadi mau dikuti.

Kali ini acaranya di Tebet. Dekat sekali dengan rumah. Tepatnya di depan SD ku dulu.

Berangkatlah kami sekeluarga selepas maghrib. Buru-buru pula, khawatir gagal ikut dan kehabisan tempat seperti tadi siang.

Benar saja, ramai. Sangat ramai. Tua muda, sangat tua sangat muda, ada di sini. Semangat sekali sampai berdesakan.

Oh iya, nama acaranya Tabligh Akbar, bintang utamanya Ust. Abdul Somad, dihadiri Bapak Anis Baswedan, dan Ust. Bachtiar Nasir selaku yang mengadakan hajat —Direktur AQL.

Kamu bingung gak kenapa bisa begitu banyak massa yang tergerak? Aku sih bingung kenapa bisa sekeren itu, tapi juga terharu.

Sesuai tema acaranya, persatuan untuk bangsa. Islam sedari dulu sudah mengajarkan toleransi. Cara hidup bersosial.

Ada satu kisah (yang disampaikan Ust. Abdul Somad), Rasulullah meminjam pada orang Yahudi dengan jaminan baju perangnya. Kenapa tidak kepada Muslim? Karena sebagai pelajaran hidup bersosial.

Jadi, jangan khawatirkan Islam. Ini agama yang menyeluruh. Hidup itu sumber masalah dan agama ini adalah sumber solusi. Islam sudah mengajarkan bertoleransi, mengajarkan berbeda-beda tapi tetap satu.

Aku bahagia karena semakin penuhnya kajian-kajian. Semakin banyaknya akses belajar agama. Lebih dari itu, aku senang banyak ujian. Insyaallah itu yang semakin menguatkan kita.

Akhirnya pukul 10 malam kami pulang. Tiba-tiba peserta kajian yang hadir bangkit dari duduknya. Gerimis katanya. Lalu sedetik kemudian, hujan deras datang.

Aku diam sebentar. Melihat hujan dan tersenyum. Yeay! Mandi hujan. Orang-orang berlarian. Aku lebih suka jalan santai.

Mengingat-ingat hari Sabtu ini membuat aku bahagia. Lalu, aku bisikan pada hujan.

"Tadi langit terang. Aku pikir kamu tidak datang. Eh, kamu datang. Tuh kan aku jadi ga suka kamu. Sekarang aku malah jatuh cinta."

Komentar

Sering Dibaca

Wreck It Ralph: It's about how much you believe in your self

Senin, 10 Februari 2013

my first entri \^~^/