Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2015

Akhir Certia Langit

Perjalanan tentang Langit, Bulan, dan Matahari sudah berada di penghujung cerita. Sudah cukup kebersamaan mereka selama ini. Mereka tentu akan tetap bertemu tapi cerita sudah selesai sampai hari ini. Kini, Langit punya hidupnya sendiri. Ia akan pergi dan mulai kehidupan barunya bersama Langit lain. Perasaan baru telah memenuhi pikirannya. Baginya, sudah saatnya mengucapkan selamat tinggal untuk Bulan dan Matahari.

Singkat Saja

Katakan saja saya sebagai kutu loncat. Loncat ke sana ke mari dengan cepat. Terus bergerak tapi dengan rasa yang sama.

Arti Menunggu

Menunggu selalu saja berteman dengan bersabar. Keberadaan keduanya seperti sebuah keharusan yang mengikat satu sama lain. Bersabar menjadi syarat untuk tetap menunggu. Sedangkan ketidaksabaran mampu menghentikan keberlanjutan dari menunggu itu sendiri. Katanya bersabar ada batasnya. Mungkin iya, terutama dalam konteks menunggu. Perlu ada batas yang mampu menyudahi masa menunggu atau yang paling sederhana hanya mampu merusak rasa bersabar. Pada dasarnya melampaui batas hanya akan berakibat dua hal itu, berhenti atau terus menunggu. Menunggu mungkin menyebalkan bahkan dapat membunuh harapan secara perlahan. Padahal menunggu hanya bergantung pada sebuah harapan. Masalahnya kepada siapa harapan itu digantungkan. Menjadi buruk hasilnya bila harapan itu digantungkan pada selain Dia Sang Maha Kuasa. Harapan yang salah bergantung akan mudah terlepas dan hilang perlahan. Jika ia hilang, kesabaran pun mulai berakhir. Menuju pintu keluar dan pergi jauh dari ruang tunggu. Maka gantunglah harapa...